Nabire, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Papua Tengah mulai memperkuat fondasi organisasi olahraga dan mempersiapkan atlet daerah untuk menghadapi berbagai agenda kompetisi, termasuk Pra-Pekan Olahraga Nasional (Pra-PON) dan Pekan Olahraga Nasional (PON). Salah satu langkah yang dilakukan adalah melantik pengurus sejumlah cabang olahraga (cabor) tingkat provinsi untuk periode 2025–2029.
Pelantikan dipimpin Ketua KONI Papua Tengah, Yosua Tipagau, di Aula Restoran Jakarta, Nabire, Jumat (16/10/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menata kepengurusan organisasi olahraga sekaligus mendorong pembinaan atlet secara terarah dan berkelanjutan di delapan kabupaten di Papua Tengah.
Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga menekankan pentingnya profesionalisme pengurus, pemerataan pembinaan atlet, serta penyusunan program kerja yang berorientasi pada prestasi.
Pesan Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, disampaikan melalui Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Papua Tengah, Victor Fun, S.Sos., M.Si., yang membacakan sambutan gubernur di hadapan para pengurus yang dilantik.
KONI Papua Tengah Fokus Benahi Organisasi Olahraga
Ketua KONI Papua Tengah, Yosua Tipagau, mengatakan pelantikan sejumlah pengurus cabang olahraga secara bersamaan dilakukan untuk menyesuaikan dengan keterbatasan waktu dan padatnya agenda organisasi ke depan.
Menurutnya, pembentukan kepengurusan yang tertata menjadi salah satu langkah penting untuk memastikan setiap cabang olahraga dapat menjalankan fungsi organisasi sekaligus mempersiapkan atlet menghadapi kompetisi.
Yosua menyampaikan apresiasi kepada panitia yang telah mempersiapkan kegiatan tersebut dalam waktu singkat. Ia juga mengingatkan bahwa pembenahan organisasi harus dilakukan sesuai mekanisme dan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
Sebagai provinsi yang masih membangun fondasi kelembagaan di berbagai sektor, Papua Tengah membutuhkan tata kelola organisasi olahraga yang jelas, terarah, dan berkesinambungan.
Kepengurusan yang tertata diharapkan dapat meminimalkan persoalan internal, memperjelas masa jabatan, serta memastikan program pembinaan atlet berjalan tanpa terganggu persoalan administratif maupun konflik organisasi.
Yosua menegaskan bahwa KONI dan cabang olahraga memiliki hubungan yang saling membutuhkan dalam membangun prestasi olahraga daerah.

“Tujuan kita bersama adalah bagaimana cabang-cabang olahraga ini ke depan tertata rapi. KONI merupakan wadah induk organisasi olahraga. Tanpa cabang olahraga, KONI tidak ada. Karena itu, kita harus membangun organisasi yang kuat untuk menghasilkan atlet-atlet berpotensi di Provinsi Papua Tengah,” katanya.
Ia berharap seluruh pengurus yang baru dilantik segera melakukan konsolidasi dan menyusun langkah konkret untuk memperkuat organisasi di tingkat provinsi maupun kabupaten.
Pembinaan Atlet Harus Menjangkau Delapan Kabupaten
Selain pembenahan organisasi, pemerataan pembinaan atlet menjadi perhatian utama Pemerintah Provinsi Papua Tengah.
Dalam sambutan Gubernur Meki Fritz Nawipa yang dibacakan Victor Fun, ditegaskan bahwa Papua Tengah memiliki potensi sumber daya manusia yang besar di bidang olahraga. Potensi tersebut terutama berasal dari generasi muda yang memiliki bakat, semangat juang, dan peluang untuk berkembang menjadi atlet berprestasi.
Namun, potensi tersebut membutuhkan dukungan berupa pembinaan yang konsisten, fasilitas latihan yang memadai, pelatih berkualitas, serta kesempatan mengikuti kompetisi.
Karena itu, pengurus KONI dan seluruh cabang olahraga diminta tidak hanya memusatkan kegiatan pembinaan di wilayah tertentu. Pencarian dan pengembangan atlet perlu dilakukan secara merata hingga ke sekolah-sekolah dan kampung-kampung di delapan kabupaten Papua Tengah.
Victor menyampaikan bahwa setiap anak yang memiliki kemampuan olahraga harus memperoleh kesempatan untuk mengembangkan potensinya.

“Jangan sampai anak-anak yang mempunyai bakat olahraga kehilangan kesempatan hanya karena tidak mendapatkan pembinaan yang baik. Kita harus melihat potensi anak-anak kita di delapan kabupaten, di sekolah-sekolah, bahkan sampai ke kampung-kampung,” ujarnya.
Pemerataan pembinaan dinilai penting agar proses pencarian atlet tidak terbatas pada mereka yang tinggal di pusat kota atau memiliki akses lebih mudah terhadap fasilitas olahraga.
Dengan memperluas jangkauan pembinaan, pengurus cabang olahraga diharapkan dapat menemukan bibit atlet baru yang selama ini belum teridentifikasi.
Langkah tersebut juga diharapkan membuka kesempatan lebih luas bagi generasi muda Papua Tengah untuk berpartisipasi dalam kegiatan olahraga dan mengembangkan kemampuan sesuai cabang yang diminati.
Target Pra-PON dan PON Jadi Perhatian
KONI Papua Tengah meminta pengurus cabang olahraga segera bergerak melakukan konsolidasi di delapan kabupaten. Langkah ini diperlukan untuk memetakan potensi atlet, mengidentifikasi kebutuhan pembinaan, dan menyiapkan atlet yang berpeluang mengikuti kompetisi tingkat nasional.
Yosua Tipagau menilai persiapan menghadapi Pra-PON dan PON membutuhkan perencanaan sejak dini. Oleh sebab itu, pengurus tidak cukup hanya menyelesaikan urusan administrasi organisasi, tetapi juga harus segera menyusun program pembinaan yang dapat dijalankan secara terukur.
“Kami berharap seluruh pengurus yang baru dilantik segera melakukan konsolidasi organisasi di tingkat delapan kabupaten. Atlet berada di masing-masing kabupaten, sehingga pengurus harus mulai menyiapkan dan melihat potensi atlet yang dapat kita kirim untuk mengikuti Pra-PON dan PON,” ujarnya.
Untuk mencapai target tersebut, setiap cabang olahraga perlu melakukan identifikasi atlet berdasarkan kemampuan dan potensi masing-masing. Hasil pemetaan tersebut dapat menjadi dasar penyusunan program latihan, pemilihan pelatih, serta penentuan kompetisi yang sesuai dengan kebutuhan atlet.
Pembinaan juga perlu dilakukan secara berjenjang, mulai dari pencarian bibit, pelatihan rutin, peningkatan kemampuan teknis, hingga evaluasi melalui pertandingan.
Pemerintah Provinsi Papua Tengah menilai prestasi olahraga tidak dapat dicapai dalam waktu singkat. Dibutuhkan disiplin, kerja keras, kesinambungan program, dan pengelolaan organisasi yang profesional agar atlet dapat berkembang secara optimal.
Dengan demikian, pelantikan pengurus cabang olahraga diharapkan menjadi awal dari kerja yang lebih terukur, bukan sekadar kegiatan seremonial.
Pengurus Diminta Utamakan Kepentingan Atlet
Dalam sambutan gubernur, Victor Fun mengingatkan bahwa jabatan dalam organisasi olahraga harus dipandang sebagai amanah untuk melayani atlet dan memajukan olahraga daerah.
Pengurus diminta tidak menjadikan organisasi sebagai tempat mencari jabatan atau popularitas. Sebaliknya, setiap kepengurusan harus menunjukkan kontribusi melalui program kerja, peningkatan kualitas pembinaan, dan pencapaian yang dapat dievaluasi.
“Pelantikan hari ini bukan hanya pergantian atau pengukuhan kepengurusan. Setelah dilantik, harus ada kerja nyata, organisasi harus berjalan, program harus jelas, pembinaan atlet harus dilakukan secara konsisten, dan setiap cabang olahraga harus memiliki target prestasi yang terukur,” demikian pesan Gubernur Papua Tengah yang disampaikan Victor.
Ia juga meminta seluruh pengurus menjaga kekompakan, membangun komunikasi yang baik, menghindari konflik internal, serta mengutamakan kepentingan atlet dalam setiap pengambilan keputusan.
Manajemen organisasi yang sehat dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan lingkungan pembinaan yang kondusif.

Apabila pengurus mampu bekerja secara profesional, atlet diharapkan dapat lebih fokus menjalani latihan dan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi.
Karena itu, setiap cabang olahraga perlu memiliki pembagian tugas yang jelas, program kerja yang realistis, serta mekanisme evaluasi untuk mengukur perkembangan pembinaan.
Pemerintah Dorong Kolaborasi Lintas Sektor
Pengembangan olahraga prestasi di Papua Tengah tidak dapat hanya mengandalkan KONI dan pengurus cabang olahraga. Dukungan pemerintah, masyarakat, dunia usaha, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya juga diperlukan untuk memperkuat sistem pembinaan.
Yosua Tipagau mengajak seluruh pihak membangun kerja sama, termasuk pemerintah daerah, sektor swasta, TNI, Polri, dan unsur masyarakat lainnya.
Menurutnya, kolaborasi dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pengembangan atlet, mulai dari proses pencarian bakat hingga persiapan mengikuti kompetisi.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Papua Tengah menyatakan komitmennya mendukung pengembangan olahraga, pendidikan, dan kesenian. Dukungan tersebut diharapkan dapat berjalan seiring dengan peran aktif organisasi olahraga dalam merancang serta melaksanakan program pembinaan.
Keterlibatan berbagai pihak menjadi penting agar pembinaan tidak berhenti pada kegiatan latihan, tetapi juga mencakup pengembangan sumber daya manusia, peningkatan kapasitas pelatih, penyelenggaraan kompetisi, dan pemenuhan kebutuhan atlet.
Meski demikian, efektivitas upaya tersebut akan sangat bergantung pada pelaksanaan program di lapangan, pemerataan kesempatan, serta konsistensi kerja sama antarpemangku kepentingan.
Pelantikan Jadi Awal Penguatan Olahraga Papua Tengah
Pelantikan pengurus sejumlah cabang olahraga periode 2025–2029 di Nabire diharapkan menjadi titik awal untuk memperkuat tata kelola organisasi dan memperluas pembinaan atlet di seluruh wilayah Papua Tengah.
Dengan delapan kabupaten sebagai wilayah sasaran pembinaan, KONI dan pengurus cabang olahraga memiliki pekerjaan untuk mengidentifikasi atlet potensial, menyusun program latihan, memperkuat koordinasi, serta mempersiapkan atlet menghadapi Pra-PON dan PON.
Keberhasilan upaya tersebut nantinya tidak hanya ditentukan oleh struktur kepengurusan, tetapi juga oleh kualitas program, konsistensi pelaksanaan, dukungan sumber daya, dan kesempatan berkompetisi yang tersedia bagi atlet.
Pemerintah Provinsi Papua Tengah berharap organisasi olahraga dapat menjadi ruang pengembangan potensi generasi muda sekaligus melahirkan atlet yang mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional.
Victor Fun menutup sambutan gubernur dengan mengingatkan para pengurus agar menjalankan tanggung jawab secara sungguh-sungguh dan menjaga kepercayaan yang telah diberikan.
“Jalankan amanah ini dengan penuh tanggung jawab, bekerjalah dengan hati, jaga kepercayaan yang diberikan, dan berikan yang terbaik bagi masyarakat serta generasi Papua Tengah,” tutupnya.

Ke depan, konsolidasi organisasi di delapan kabupaten dan pemetaan atlet potensial menjadi langkah yang perlu ditindaklanjuti oleh masing-masing cabang olahraga. Hasil dari proses tersebut diharapkan menjadi dasar pembinaan yang lebih terarah untuk mendukung peningkatan prestasi olahraga Papua Tengah secara berkelanjutan.
[Nabire.Net/Marten Dogomo]
