Dogiyai, Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, mendorong masyarakat di sembilan kampung untuk mengembangkan budidaya kopi sebagai upaya memperkuat ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Dorongan tersebut disampaikan Ketua KADIN Kabupaten Dogiyai, Amatus Anouw, S.Sos., saat menggelar sosialisasi pengembangan dan budidaya kopi bersama masyarakat di Distrik Dogiyai, Sabtu (24/10/2026).
Menurut Amatus, pengembangan kopi perlu menjadi bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan memanfaatkan potensi lahan yang tersedia. Masyarakat diharapkan tidak hanya mengenal kopi sebagai komoditas perkebunan, tetapi juga mampu mengelolanya menjadi sumber pendapatan yang berkelanjutan.
“Kita ingin masyarakat Dogiyai tidak hanya menjadi penonton dalam pengembangan ekonomi daerah, tetapi menjadi pelaku utama. Tanah Dogiyai memiliki potensi untuk pengembangan kopi. Karena itu, mari kita manfaatkan lahan yang tersedia untuk menanam kopi demi masa depan keluarga dan generasi mendatang,” ungkap Amatus.
Sasar Sembilan Kampung di Distrik Dogiyai
Sosialisasi tersebut menyasar sembilan kampung, yakni Kigamani, Idadagi, Dogimani, Denemani, Makidimi, Egebutu, Pona, Motito, dan Bogobutu.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan memperoleh pemahaman mengenai peluang pengembangan perkebunan kopi serta pentingnya keterlibatan warga dalam mengelola potensi ekonomi di wilayah masing-masing.
KADIN Dogiyai menilai pengembangan kopi membutuhkan langkah berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan sosialisasi maupun penyelenggaraan festival. Upaya tersebut perlu dilanjutkan melalui penyediaan bibit, penanaman, pemeliharaan tanaman, pendampingan petani, hingga pengolahan dan pemasaran hasil panen.
Dengan pendekatan tersebut, pengembangan kopi diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
Perlu Kolaborasi Pemerintah dan Pelaku Usaha
Amatus juga menekankan pentingnya kerja sama berbagai pihak untuk membangun ekosistem usaha kopi yang mampu berkembang dari tingkat kampung hingga menjangkau pasar yang lebih luas.
Kolaborasi tersebut melibatkan pemerintah daerah, pemerintah distrik, pemerintah kampung, kelompok tani, pelaku usaha, serta unsur masyarakat lainnya.
Sinergi antarpihak dinilai penting agar pengembangan perkebunan kopi tidak berhenti pada tahap penanaman, tetapi berlanjut hingga menghasilkan produk yang memiliki nilai jual dan mampu bersaing di pasar.
Selain mendukung peningkatan pendapatan keluarga, pengembangan komoditas ini berpotensi membuka peluang usaha baru dan menciptakan lapangan kerja, terutama bagi masyarakat yang terlibat dalam kegiatan perkebunan, pengolahan, dan distribusi hasil produksi.
Kopi Diharapkan Jadi Penggerak Ekonomi Dogiyai
Pengembangan kopi menjadi salah satu peluang bagi Kabupaten Dogiyai untuk memperkuat perekonomian berbasis potensi daerah. Pemanfaatan lahan secara produktif diharapkan dapat mendorong keterlibatan masyarakat dalam kegiatan ekonomi sekaligus memperluas kesempatan usaha di tingkat kampung.
Namun, keberhasilan pengembangan komoditas tersebut membutuhkan kesinambungan program, pendampingan petani, ketersediaan sarana produksi, serta akses pemasaran yang memadai.
KADIN Kabupaten Dogiyai berharap sembilan kampung yang menjadi sasaran sosialisasi dapat mengambil bagian dalam pengembangan budidaya kopi secara terencana dan berkelanjutan.
Melalui keterlibatan masyarakat dan dukungan berbagai pemangku kepentingan, Dogiyai diharapkan mampu mengoptimalkan potensi perkebunan kopi untuk memperkuat ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua Tengah.
[Nabire.Net/Marten Dogomo]
