Nabire, Perjalanan pendidikan Yulimince Nawipa, Amd.Kep., akhirnya mencapai salah satu tahap penting setelah dirinya menyelesaikan pendidikan keperawatan di Akademi Keperawatan (AKPER) Nabire.
Usai mengikuti prosesi wisuda, Yulimince bersama keluarga menggelar ibadah syukuran di Kalibobo, Nabire, Papua Tengah. Kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi keluarga untuk mengungkapkan rasa syukur sekaligus mengenang perjalanan panjang yang telah dilalui hingga Yulimince berhasil menyandang gelar Ahli Madya Keperawatan (Amd.Kep.).
Ibadah tersebut tidak hanya menjadi perayaan atas pencapaian akademik, tetapi juga menjadi momentum untuk mengingat kembali dukungan keluarga, doa, serta berbagai pengorbanan yang menyertai proses pendidikan.
Ibadah Syukuran Tekankan Pentingnya Bersyukur
Ibadah syukuran dipimpin Penginjil Deki Gobai, S.Th. Dalam kesempatan tersebut, firman Tuhan disampaikan berdasarkan 1 Tesalonika 5:18 dan Roma 12:12.
Pesan yang dibawakan berfokus pada tema “Mengucapkan Syukur adalah Tindakan Kasih Kita kepada Tuhan.” Sementara pokok renungan yang disampaikan mengajak keluarga untuk memahami bahwa menghadapi kehidupan dengan melakukan kehendak Tuhan merupakan bagian dari respons iman.
Dua hal yang ditekankan dalam renungan tersebut adalah pentingnya tetap memiliki sukacita dalam pengharapan serta belajar bertahan dengan sabar ketika menghadapi kesulitan.
Pesan tersebut dinilai relevan dengan perjalanan pendidikan yang telah dilalui Yulimince. Proses untuk mencapai kelulusan tidak selalu berlangsung mudah. Berbagai tantangan membutuhkan ketekunan, dukungan orang-orang terdekat, serta keyakinan untuk terus melangkah sampai pendidikan selesai.
Dalam ibadah itu, keluarga juga diajak melihat keberhasilan bukan hanya dari hasil akhir berupa gelar akademik, tetapi dari proses panjang yang membentuk ketekunan dan karakter.
Yulimince Sampaikan Terima Kasih kepada Keluarga
Dalam kesempatan tersebut, Yulimince menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mengambil bagian dalam perjalanan pendidikannya.
Menurutnya, dukungan yang diterima tidak hanya berbentuk materi. Doa, perhatian, semangat, serta pengorbanan dari keluarga dan orang-orang di sekitarnya menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari keberhasilannya menyelesaikan pendidikan.
Ia menuturkan bahwa perjalanan pendidikan tersebut telah dimulai sejak tingkat sekolah dasar dan terus berlanjut hingga perguruan tinggi.
Karena itu, kelulusan yang diraih tidak hanya dipandang sebagai pencapaian pribadi, melainkan juga sebagai hasil dari perjuangan bersama keluarga dan orang-orang yang selama ini memberikan dukungan.
Setelah memperoleh gelar Amd.Kep., Yulimince berharap dukungan doa tetap diberikan dalam menghadapi tahap berikutnya. Ia berharap dapat segera memperoleh kesempatan kerja sehingga pengetahuan dan keterampilan keperawatan yang telah dipelajari dapat diterapkan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Orang Tua: Wisuda Menjadi Kebahagiaan Keluarga
Agustinus Nawipa, orang tua kandung Yulimince, menyebut momen wisuda tersebut sebagai hari yang memiliki arti khusus bagi keluarga.
Ia bersyukur karena perjuangan dan pengorbanan yang diberikan selama mendampingi pendidikan anaknya akhirnya menghasilkan sebuah pencapaian yang membanggakan.
Bagi keluarga, keberhasilan menyelesaikan pendidikan menjadi bukti bahwa proses panjang yang dijalani dengan dukungan dan ketekunan dapat membawa seseorang sampai pada tujuan yang diharapkan.
Agustinus juga berpesan agar Yulimince tetap menempatkan Tuhan sebagai dasar dalam menjalani kehidupan setelah menyelesaikan pendidikan.
Ia berharap keluarga tetap memberikan dukungan melalui doa, terutama ketika Yulimince memasuki fase baru untuk mencari pekerjaan dan mengembangkan kemampuan yang telah diperoleh selama menjalani pendidikan keperawatan.
Diingatkan Menjaga Nama Baik Keluarga dan Almamater
Pesan serupa disampaikan Yan Nawipa, S.Sos., yang hadir sebagai orang tua wali. Ia memberikan apresiasi atas perjuangan Agustinus Nawipa dalam mendukung pendidikan anak-anaknya.
Menurut Yan, keberhasilan seorang anak dalam pendidikan pada dasarnya juga menjadi kebahagiaan bagi keluarga. Pencapaian tersebut merupakan bagian dari proses yang melibatkan banyak pihak.
Kepada Yulimince, ia berpesan agar gelar Amd.Kep. yang telah diperoleh dapat menjadi tanggung jawab untuk terus menjaga nama baik keluarga maupun almamater.
Ia juga berharap ilmu yang telah didapatkan selama menempuh pendidikan dapat digunakan secara tepat dalam kehidupan sehari-hari, terutama ketika nantinya terlibat dalam pelayanan kesehatan dan pengabdian kepada masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Yan turut menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga apabila selama menjalani kebersamaan dan proses perjuangan terdapat perkataan ataupun tindakan yang kurang berkenan.
Menjadi Awal Perjalanan Baru
Ibadah syukuran di Kalibobo akhirnya menjadi penanda bahwa satu tahap perjalanan pendidikan Yulimince Nawipa telah selesai.
Gelar Amd.Kep. yang diperoleh menjadi hasil dari proses pendidikan yang panjang, sementara tantangan berikutnya adalah bagaimana pengetahuan dan keterampilan tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan profesional.
Bagi Yulimince dan keluarganya, kelulusan ini sekaligus menjadi awal untuk memasuki fase kehidupan yang baru. Harapan keluarga kini tertuju pada langkah berikutnya, termasuk kesempatan untuk bekerja dan memberikan kontribusi melalui bidang keperawatan.
Dengan semangat syukur, dukungan keluarga, dan pengharapan kepada Tuhan, Yulimince diharapkan dapat melanjutkan perjalanan tersebut sekaligus membawa manfaat bagi masyarakat di Papua Tengah.
[Nabire.Net/Yohanes Nawipa]
