Nabire, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Papua Tengah mempercepat pembentukan kepengurusan cabang olahraga (cabor) sebagai bagian dari persiapan menghadapi agenda olahraga nasional. Dari total 32 cabor yang direncanakan berada di bawah KONI Papua Tengah, enam di antaranya telah resmi dilantik hingga Sabtu, 26 September 2026.
Ketua KONI Papua Tengah, Yosua Tipagau, mengatakan percepatan pelantikan diperlukan agar struktur organisasi olahraga di tingkat provinsi segera berjalan. Dengan kepengurusan yang semakin lengkap, proses pembinaan dan penjaringan atlet di delapan kabupaten diharapkan dapat dilakukan lebih terarah.
Pelantikan pengurus cabor tersebut berlangsung secara bertahap di Restoran Jakarta, Nabire. Pada tahap pertama, tiga cabor telah dilantik, kemudian tiga cabor lainnya menyusul pada tahap berikutnya.
“Yang sebenarnya ada 32 cabor. Hari pertama sudah dilantik tiga cabor, kemudian hari kedua tiga cabor, sehingga enam cabor sudah dilantik,” kata Yosua.
17 Cabor Ditargetkan Segera Menyusul
Yosua menjelaskan, KONI Papua Tengah masih memiliki sejumlah cabor yang harus segera diproses. Dari keseluruhan organisasi olahraga yang direncanakan, terdapat 11 cabor yang telah memperoleh surat keputusan (SK) dari pengurus pusat serta rekomendasi yang diperlukan.
Sementara itu, proses pelantikan untuk cabor lainnya akan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kesiapan administrasi dan struktur organisasi masing-masing.
Menurut Yosua, kendala kehadiran pengurus pusat juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi mekanisme pelantikan. Beberapa pengurus cabor tidak dapat datang secara langsung sehingga memberikan mandat kepada Ketua KONI Papua Tengah untuk melaksanakan proses pelantikan.
“Ada beberapa cabor yang pengurusnya tidak bisa hadir dan memberikan mandat kepada Ketua KONI untuk dilantik,” ujarnya.
KONI Papua Tengah menargetkan pelantikan dapat dirampungkan dalam waktu sekitar satu bulan. Namun, untuk cabor yang masih menghadapi persoalan administratif maupun kendala organisasi, penyelesaiannya diperkirakan membutuhkan waktu hingga enam bulan.
Konsolidasi di Delapan Kabupaten
Setelah kepengurusan terbentuk, pekerjaan berikutnya adalah melakukan konsolidasi hingga ke tingkat kabupaten. KONI Papua Tengah meminta setiap cabor tidak hanya berhenti pada pelantikan, tetapi segera menjalankan program pembinaan dan penjaringan atlet.
Delapan kabupaten di Papua Tengah menjadi bagian penting dalam proses tersebut. KONI berharap setiap cabor membuka kesempatan seluas-luasnya bagi atlet potensial dari daerah.
“Kami berharap cabor yang sudah dilantik dapat lebih terbuka dalam merekrut atlet dari delapan kabupaten di Papua Tengah,” tutur Yosua.
Langkah tersebut dinilai penting karena potensi atlet tidak hanya berada di pusat pemerintahan provinsi. Pembinaan di daerah diharapkan mampu membuka ruang bagi atlet muda untuk mendapatkan kesempatan berkompetisi dan berkembang.
Persiapan Pra-PON dan PON 2028
KONI Papua Tengah juga menaruh perhatian terhadap persiapan menghadapi Pra-PON tahun depan dan PON 2028. Yosua menilai persiapan atlet tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat menjelang pertandingan.
Karena itu, pengurus cabor yang telah terbentuk diminta segera bekerja menggunakan sumber daya yang tersedia. Program pembinaan, seleksi, latihan, serta pemetaan potensi atlet perlu dilakukan lebih awal agar persiapan kontingen Papua Tengah lebih matang.
“Kami sudah agak terlambat. Karena itu, pengurus cabor harus segera bekerja dengan tenaga dan sumber daya yang ada,” kata Yosua.
Sebelumnya, KONI Papua Tengah juga telah menggelar rapat koordinasi bersama pemerintah kabupaten. Koordinasi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun dukungan pemerintah daerah terhadap pembinaan olahraga.
KONI berharap para bupati memberikan dukungan terhadap pembinaan atlet di wilayah masing-masing, sehingga proses persiapan menuju Pra-PON dan PON 2028 dapat dilakukan secara bersama-sama.
Dengan percepatan pembentukan pengurus cabor dan konsolidasi di delapan kabupaten, KONI Papua Tengah kini memasuki tahap penting untuk membangun sistem pembinaan atlet yang lebih terstruktur. Proses pelantikan cabor akan terus dilanjutkan sesuai kesiapan organisasi dan persyaratan administrasi masing-masing.
[Nabire.Net/Marten Dogomo]
