Tampak Manajer PLN UP3 Cempaka Putih (tengah, menggunakan rompi biru PLN) saat memberikan pemaparan dan menyampaikan pandangan terkait integrasi energi dalam kunjungan industri strategis di PT Pulogadung Steel pada Senin, 13 Juli 2026.
Jakarta, 13 Juli 2026 – PLN UID Jakarta Raya melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Cempaka Putih terus memperkuat kolaborasi dengan sektor industri dalam mendukung percepatan transisi energi nasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kunjungan strategis ke PT Pulogadung Steel untuk memastikan keandalan pasokan listrik yang terintegrasi dengan pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap berkapasitas 800 kWp yang telah dioperasikan perusahaan.
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya PLN memastikan implementasi energi baru terbarukan di sektor industri dapat berjalan optimal tanpa mengurangi keandalan pasokan listrik yang dibutuhkan dalam proses produksi. Bagi industri baja yang memiliki karakteristik beban besar dan membutuhkan kontinuitas daya tinggi, pasokan listrik dari PLN tetap menjadi penopang utama operasional.
General Manager PLN UID Jakarta Raya, Moch. Andy Adchaminoerdin, mengatakan bahwa PLN berkomitmen menjadi mitra strategis bagi dunia usaha dalam mewujudkan industri yang lebih hijau sekaligus tetap produktif.
"PLN mendukung penuh langkah industri dalam mengadopsi energi baru terbarukan sebagai bagian dari upaya dekarbonisasi. Kehadiran PLTS Atap menjadi nilai tambah bagi efisiensi energi, sementara sistem kelistrikan PLN memastikan pasokan listrik tetap andal, stabil, dan mampu memenuhi kebutuhan operasional industri setiap saat," ujar Andy Adcha.

Manajer PLN UP3 Cempaka Putih bersama tim maintenance PT Pulogadung Steel melakukan peninjauan langsung panel kontrol kelistrikan di area site pabrik. Diskusi lapangan ini berfokus pada kolaborasi teknis untuk mengintegrasikan PLTS Atap 800 kWp dengan jaringan utama PLN.
Sinergi ini memastikan pemanfaatan energi bersih berjalan maksimal, sementara stabilitas daya premium dari PLN tetap mengawal penuh lini produksi baja tanpa interupsi.
Andy Adcha menambahkan bahwa kolaborasi antara jaringan listrik PLN dengan pembangkit energi terbarukan milik pelanggan merupakan bentuk nyata transformasi sektor ketenagalistrikan menuju sistem energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.
"Kami ingin memastikan bahwa transisi energi tidak hanya berorientasi pada pengurangan emisi, tetapi juga mampu menjaga keberlangsungan aktivitas bisnis pelanggan. PLN akan terus menghadirkan layanan kelistrikan yang adaptif, andal, dan siap mendukung pertumbuhan industri yang semakin kompetitif dan ramah lingkungan," tambah Andy Adcha.
Manager PLN UP3 Cempaka Putih, Supriyadi menjelaskan bahwa kunjungan tersebut sekaligus menjadi forum koordinasi teknis untuk memastikan interkoneksi antara sistem PLTS Atap dan jaringan PLN berjalan secara optimal.
"Kami mengapresiasi komitmen PT Pulogadung Steel dalam memanfaatkan energi surya sebagai bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan. PLN siap memastikan integrasi antara PLTS dan jaringan listrik berjalan dengan aman serta tetap mampu menjaga kontinuitas pasokan listrik ketika produksi membutuhkan daya yang lebih besar atau saat output PLTS dipengaruhi kondisi cuaca," ujarnya.
PT Pulogadung Steel saat ini mengoperasikan PLTS Atap berkapasitas 800 kWp sebagai bagian dari strategi perusahaan dalam menekan emisi karbon dan meningkatkan efisiensi energi. Dengan dukungan pasokan listrik PLN, sistem kelistrikan yang diterapkan mampu mengombinasikan pemanfaatan energi bersih dengan keandalan jaringan listrik, sehingga aktivitas produksi tetap berlangsung secara optimal.
