Nabire, Sekolah Tinggi Agama Kristen (STAK) Nabire menggelar yudisium angkatan ke-13 tahun 2026 yang diikuti sekitar 180 mahasiswa di Aula STAK Nabire, Wadio, Kalimerah, Papua Tengah. Para lulusan diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu teologi, pendidikan agama Kristen, dan kepemimpinan untuk mendukung pelayanan gereja serta pembangunan masyarakat di Tanah Papua.
Kegiatan yang berlangsung pada 26 Oktober 2026 tersebut dihadiri pimpinan kampus, pengurus yayasan, tamu undangan, serta orang tua mahasiswa. Yudisium ini menjadi momentum penting bagi para mahasiswa setelah menyelesaikan tahapan pendidikan akademik sebelum mengikuti prosesi wisuda yang dijadwalkan pada 29 Oktober 2026.

Yudisium tahun ini mengusung tema “Dipanggil, Dibentuk, dan Diutus Menjadi Terang bagi Dunia”, berdasarkan Matius 14:16 dan Yohanes 20:21. Tema tersebut menegaskan harapan agar para lulusan tidak hanya memiliki pengetahuan akademik, tetapi juga kesiapan untuk menjalankan tanggung jawab pelayanan dan memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan sekitarnya.
Lulusan Diharapkan Menerapkan Ilmu di Tengah Masyarakat
Lektor STAK Nabire, Pdt. Dr. Yance Nawipa, M.Th., dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada para mahasiswa yang telah menyelesaikan pendidikan. Ia berharap pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama menempuh pendidikan di kampus dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam pelayanan kepada masyarakat.

Menurut Yance, keberhasilan mahasiswa menyelesaikan pendidikan merupakan pencapaian yang patut disyukuri. Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari perjuangan para orang tua yang telah memberikan dukungan, termasuk dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak mereka.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan material maupun moril sehingga para mahasiswa dapat menyelesaikan pendidikan dan kegiatan yudisium dapat terlaksana.

Dukungan keluarga, kampus, dan berbagai pihak dinilai menjadi bagian penting dalam perjalanan pendidikan mahasiswa. Karena itu, kelulusan diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga membawa manfaat bagi keluarga, daerah, bangsa, dan negara.
Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi para lulusan bahwa keberhasilan akademik perlu diikuti tanggung jawab untuk menggunakan ilmu pengetahuan secara bijaksana dan bermanfaat bagi masyarakat.
Yudisium Bukan Akhir Perjalanan Pendidikan
Ketua Yayasan sekaligus Ketua Panitia Yudisium STAK Nabire angkatan ke-13 tahun 2026, Yahya Tebai, menegaskan bahwa yudisium bukanlah akhir dari perjalanan pendidikan. Sebaliknya, tahapan tersebut menjadi awal bagi para lulusan untuk mengabdikan ilmu dan kompetensi yang telah diperoleh.
Ia berharap lulusan STAK Nabire mampu menjalankan peran sesuai bidang keilmuan masing-masing, terutama dalam pendidikan agama Kristen, pelayanan teologi, dan kepemimpinan.

Yahya juga mengingatkan bahwa para lulusan tidak seharusnya hanya menunggu kesempatan untuk menjadi pegawai. Mereka diharapkan berinisiatif menciptakan ruang pengabdian melalui berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi gereja, keluarga, masyarakat, dan pembangunan Papua.
Menurutnya, pengetahuan yang diperoleh selama menjalani pendidikan harus terus dikembangkan dan diwujudkan melalui tindakan nyata. Dengan demikian, keberadaan lulusan perguruan tinggi keagamaan dapat memberikan dampak positif, baik dalam pembinaan spiritual maupun dalam kehidupan sosial masyarakat.
Selain pelayanan gereja dan pendidikan, para lulusan juga diharapkan mengambil bagian dalam kegiatan pembinaan olahraga dan pengembangan potensi masyarakat. Keterlibatan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi yang dapat dilakukan sesuai kemampuan dan kompetensi masing-masing.
Pendidikan Teologi dan Kepemimpinan Berkarakter Kristus
Subtema yudisium tahun ini menekankan pentingnya pendidikan teologi, Pendidikan Agama Kristen, dan kepemimpinan yang unggul serta berkarakter Kristus.
Penekanan tersebut mencerminkan harapan agar lulusan memiliki keseimbangan antara kemampuan akademik, integritas pribadi, dan tanggung jawab sosial. Kompetensi keilmuan diharapkan berjalan seiring dengan sikap disiplin, kepedulian, serta kesediaan melayani sesama.
Dalam konteks pembangunan Tanah Papua, tenaga pendidik, pelayan gereja, dan pemimpin masyarakat memiliki peran penting dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis. Melalui pendidikan dan pembinaan, para lulusan diharapkan dapat berkontribusi terhadap penguatan karakter generasi muda serta terciptanya kehidupan masyarakat yang damai dan sejahtera.
Karena itu, pesan yang disampaikan dalam yudisium tidak hanya berkaitan dengan keberhasilan menyelesaikan pendidikan, tetapi juga mengenai tanggung jawab setelah meninggalkan lingkungan kampus.
Para lulusan diharapkan mampu menjadikan ilmu yang diperoleh sebagai bekal untuk menjawab kebutuhan masyarakat, termasuk melalui pelayanan pendidikan, pembinaan keluarga, kegiatan gerejawi, dan keterlibatan dalam pembangunan daerah.
Sekitar 180 Mahasiswa Bersiap Mengikuti Wisuda
Yudisium angkatan ke-13 STAK Nabire tahun 2026 diikuti sekitar 180 mahasiswa. Setelah tahapan tersebut, para peserta dipersiapkan untuk mengikuti wisuda yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 29 Oktober 2026.
Pihak penyelenggara berharap prosesi wisuda mendatang dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Wisuda tersebut juga diharapkan menjadi momentum bagi para lulusan untuk memasuki tahap baru dalam kehidupan, baik dalam dunia pendidikan, pelayanan keagamaan, maupun pengabdian sosial.

Melalui pelaksanaan yudisium ini, STAK Nabire menegaskan harapannya agar para lulusan mampu menjaga integritas, menunjukkan karakter Kristus, dan mengembangkan kompetensi yang dimiliki untuk kepentingan bersama.
Dengan bekal pendidikan yang telah ditempuh, para lulusan diharapkan tidak berhenti pada pencapaian akademik, tetapi terus bertumbuh dan mengambil bagian dalam pelayanan gereja, pemberdayaan masyarakat, serta pembangunan Tanah Papua yang damai dan sejahtera.
[Nabire.Net/Marten Dogomo]
